Fakta Menarik Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa

Fakta Menarik Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa – Gotabaya Rajapaksa telah memenangkan pemilihan presiden di Sri Lanka yang telah digelar pada hari Sabtu tanggal 16 November 2019. Gotabaya Rajapaksa telah berhasil mendapatkan suara sebanyak 52,25% berdasarkan pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum pada hari Minggu tanggal 17 November 2019. Ia pun sudah disumpah sebagai presiden Sri Lanka pada hari Senin tanggal 18 November 2019. Setelah terjadinya serangan bom berdarah di Sri Lanka, beberapa orang menilai bahwa pemerintahan Sri Lanka gagal dalam menjamin keamanan rakyatnya. Dan karena hal inilah yang menjadi sebab kenapa sosok kuat Rajapaksa telah berhasil merebut hati banyak rakyat Sri Lanka. Kebanyakan dari mereka adalah mayoritas penganut agama Buddha Sinhala. Ironisnya, mantan perwira miler ini dulunya pernah terjerat dalam banyak skandal di masa lalu, dari kasus pelanggaran HAM sampai korupsi. Namun, tetap saja akhirnya ia memenangkan pemilihan presiden tersebut, karena memang ia adalah orang yang memiliki kekuasaa kuat. Di bawah ini akan diulas beberapa fakta mengenai Gotabaya Rajapaksa, antara lain:

1. Kakaknya Pernah Menjabat Menjadi Presiden Sebelumnya
Kakaknya yang bernama Mahinda Rajapaksa telah melalui banyak karier di bidang politik dari menjabat sebagai ketia oposisi pada tahun 2011, lalu menjadi perdana menteri pada tahun 2004, dan bahkan terpilih menjadi presiden Sri Lanka pada tahun 2005. Dan akhirnya ia pun jga mengikuti kakaknya untuk berkecimpung dalam bidang politik yang kini akhirnya juga menjadi seorang presiden Sri Lanka pada tahun 2019.

2. Terjerat Kasus Pelanggaran HAM
Sebelumnya Gotabaya Rajapaksa pernah menjabat menjadi menteri pertahanan dan mampu membereskan perang sipil hanya dengan 4 tahun lamanya. Namun, keberhasilannnya didapat dari mengorbankan banyak jiwa sekitar 40 ribu orang. Rajapaksa pun akahirnya harus mempertanggung jawabkan dari kasus penyiksaan, pemerkosaan, pembunuhan yang terjadi di luar pengadilan, penculikan, dan hilangnya beberapa separatis Tamil, jurnalis, serta musuh-musuhnya yang telah mati ditangannya. Dan ironisnya tidak ada yang bertanggung jawab terhadap hilangnya puluhan ribu korban jiwa tersebut.

3. Terjerat Kasus Korupsi
Anggota parlemen yang bernama Sripathi Sooriyarachchi dan Lasantha Wickrematunge pernah menuding Rajapaksa bahwa ia telah melakukan korupsi sejak tahun 2006 dan membuka kasino slot online ilegal secara diam-diam. Namun, tak disangka-sangka kedua parlemen yang pernah menudingnya mati secara misterius tanpa ada jejak satupun. Ia juga pernah dijerat atas masalah penyelewengan dana negara yang berjumlah sekitar 33,09 juta rupe (Rp 2,6 Milliar) hanya untuk membangun sebuah museum peringatan untuk orang tuanya di kampung halaman.

4. Dijuluki Terminator
Walaupun terlibat oleh banyak kasus skandal, namun Rajapaksa masih bisa merebut hati para rakyat dari negara Sri Lanka dengan sosoknya yang sangat keras. Karena negara tersebut telah mengalami ketakutan yang sangat mendalam setelah terjadinya serangan bom di bulan April. Dan akhirnya kebanyakan mayoritas rakyat dari negara Sri Lanka yang merupakan Suku Sinhala dan penganut agama Buddha telah menilai bahwa Rajapaksa bisa menjamin keamanan mereka. Bahkan sifat keras dari Rajapaksa juga didukung oleh pihak keluarganya dan mendapat julukan “Terminator”. Namun, Mahinda Rajapaksa sebenarnya lebih populer daripada adiknya. Ia tidak bisa ikut mencalonkan dirinya lagi karena sedang terganjal sebuah undang-undang yang sudah tidak memperbolehkannya menjadi presiden. Dan adiknya pun yang maju untuk menggantikannya.

Setelah Gotabaya Rajapaksa ditetapkan sebagai pemenang dalam pemilihan tersebut, ia pun resmi dilantik menjadi presien Sri Lanka pada hari Senin. Gotabaya Rajapaksa juga berjanju akan memberantas kasus korupsi dan memiliki pencapaian untuk bisa membuat Sri Lanka menjadi aman kembali.

Mengenal Tikiri Si Gajah Kurus Yang Viral di Sri Lanka
Berita Informasi Internasional

Mengenal Tikiri Si Gajah Kurus Yang Viral di Sri Lanka

Mengenal Tikiri Si Gajah Kurus Yang Viral di Sri Lanka – Akhir-akhir ini dunia maya sempat dihebohkan dengan salah satu gajah yang bernama Tikiri asal Sri Lanka. Gajah yang bernama Tikiri tersebut menjadi sorotan publik karena memiliki tubuh yang kurus kering dan ironisnya tulang-tulangnya pun juga terlihat sangat menonjol dikarenakan kurang asupan gizi. Kabarnya gajah tersebut menjadi viral berkat dari fotonya yang telah tersebar banyak lewat internet. Dan akhirnya para warga net mulai memberikan banyak protes mengenai kejadian tersebut dan mulai memberikan banyak simpati kepada gajah tersebut. Banyak netizen yang mempertanyakan bagaimana gajah tersebut bisa memiliki tubuh yang kurus kering keronta seperti di gambar yang telah mereka lihat di internet. Netizen juga ingin mengetahui bagaimana kondisi gajah tersebut apakah sudah ada yang memberi bantuan padanya atau belum. Di bawah ini akan diulas mengenai kejelasan dari kondisi Tikiri dan informasi sebelumnya ketika ia masih belum mendapat perhatian dari netizen.

1. Sebelumnya Pernah Berpartisipasi di Festival Perahera Sri Lanka
Tikiri sebelum fotonya sempat viral di internet pernah ikut berpastisipasi di festival Perahera Sri Lanka bersama dengan beberapa gajah yang berjumlah sekitar 60 ekor. Pada awal mulanya banyak orang belum tahu mengenai kondisi tentang tubuhnya yang kurus dan kering atupun kondisi tubuhnya yang sangat lemah. Ironisnya gajah betina itu sudah berusia 70 tahun dan memiliki tubuh yang snagat kurus dan kering. Fakta tersebut tertutupi karena ia sering dipakaikan sebuah kostum yang menutupi sebagian besar tubuhnya ketika berpartisipasi dalam suatu festival. Bahkan Tikiri juga sering diperkejakan dari pagi sampai larut malam dan selama 10 hari berturut-turut. Ia juga harus menempuh jarak yang cukup jauh selama acara berlangsung. Acara festival tersebut juga sangat bising dan tidak cocok bagi gajah karena terlalu bising, sesak dan banyak asap yang berkepul dari kembang api. Hal ini diungkap dari salah satu postingan di Facebook Save Elephant Foundation.

2. Setelah Tikiri Viral, Mulai Banyak Netizen Yang Protes
Setelah viralnya Tikiri lewat internet dan media sosial, maka hal ini berimbas pada netizen yang mulai melayangkan banyak protes. Salah satunya dari media sosial twitter dimana banyak netizen yang mendukung Tikiri dengan menggunakan #SaveTikiri. Dan ada pula yang membuat sebuah petisi mengenai Tikiri dengan menggunakan website Change.org dan meminta tuntutan atas peristiwa ini kepada Perdana Menteri Sri Lanka agar mengehentikan kekejaman pada Tikiri. Pada tanggal 27 Agustus tahun 2019 petisi tersebut akhirnya ditandatangani oleh orang dengan jumlah sekitar 50.000 tanda tangan. Dan berkat petisi itulah akhirnya panitia penyelenggara Festival Perahera mulai menarik Tikiri dari pawai tersebut. Menurut laman CNN menyatakan bahwa Tikiri sedang dirawat saat ini, dan sumber informasi ini didapat secara langsung melalui kepala penjaga kuil Sri Dalada Maligawa, Pradeep Nilanga Dela.

3. Pihak Kuil Berdaih Jika Tikiri Masih Cukup Kuat Berpartisipasi Dalam Festival
Sebelumnya pihak kuil telah mengatakan bahwa gajah betina tersebut memiliki sejenis penyakit pencernaan yang membuatnya menjadi sulit untuk gemuk. Dan mereka juga beranggapan bahwa penyakit tersebut tidak akan mempengaruhi kekuatan dan kemampuannya. Mereka yakin bahwa Tikiri masih cukup sehat dan kuat untuk bisa ikut dalam festival. Namun, disamping itu pihak kuil menyatakan bahwa hanya gajah yang sehat aja yang boleh mengikuti partisipasi. Tentunya hal ini bertolak belakang dengan kejadian Tikiri yang sudah tidak memiliki tubuh yang sehat lagi, namun harus tetap mengikuti festival.

4. Tikiri Ditemukan Dalam Keadaan Terkapar Akibat Kelelahan
Dari berita sebelumnya sudah dinyatakan bahwa Tikiri sudah dirawat oleh pihak kuil, namun kenyataannya berbeda dengan yang diberitakan. Melalui laman Facebook Save Elephant Foundation telah memposting sebuah postingan pada tanggal 15 Agustus dimana foto tersebut memperlihatkan sesekor gajah betina yakni, Tikiri yang sudah tergeletak di tanah dan tidak berdaya. Dari foto tersebut diduga Tikiri kelalahan dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Padahal baru kemarin hari doketer mengatakan bahwa Tikiri sudah hampir pulih dan akan bisa berjalan lagi. Jadi hal ini belum bisa dipastikan lagi, karena laman Facebook Save Elephant Fondation belum memberikan pemberitahuan yang terbaru mengenai Tikiri.

Kabar di atas sudah memberi banyak penjelasan mengenai kabar terkini dari Tikiri. Dan semoga kedepannya tidak akan ada gajah yang akan diperlakukan seperti Tikiri lagi.